RSS

Materi Speaking (?)


PART I
SPEAKING

 Do you like speaking? Yes i do
Here we are going to give you some expresions for speking English. Keep trying

Asking for help (Meminta bantuan)

1.  Could you please help me ?     (Bisakah kau membantuku ?)

2. Could you help me, please ?     (Bisakah kau membantuku ?)

3.  Help me, please  ! (Informal)    (Tolong Bantu aku !) (tidak resmi / sesama teman)

Respons :

1.  Of  course; yes, of course     (tentu saja; ya, tentu saja)

2.  Certainly; yes, ceertainly     (pasti; ya pasti)

3.  Sure / Ok   (Informal)     (Pasti / baiklah) (tidak resmi / sesama teman)


Offering help (Menawarkan bantuan)

1.  What can I do for you ?     (Apa yang dapat aku lakukan untukmu ?)

2. Respon, misalnya : take me there  (antar aku kesana)

3.  May I help you ?         (Bolehkah aku membantumu ?)    

Respons :

1. Of course; yes, of course

2. Certainly; yes, certainly

3. Ok,,  (informal)

Rejecting help (Menolak bantuan)

# Yes, of course.but …….    (ya, tentu saja. Tetapi …….)

# No, thank     (tidak, terima kasih)

Asking for something (Meminta barang)

# Pass the ……..to me, please !     (tolong berikan ……aku !)

# May I have …..    (bolehkan aku meminta ……..?)

Giving something (Memberi barang)

# Here     (ini dia)

# Here you are (ini dia)

# Here for you     (ini dia / ini untukmu)

# Here, it’s yours     (ini untukmu / ini. Milikmu)

Asking for permission (meminta ijin)


# May I ………?    (bolehkah aku …….?)

# Can I ..?    (informal)    (bolehkan aku ……?) (tidak resmi / sesama teman)

Giving permission (Memberi ijin)

# Yes, please do     (ya, silahkan)

# Ok    (informal)     (Oke) (tidak resmi / sesama teman)

# Sure    (informal)     (pasti) (tidak resmi / sesama teman)

Rejecting permission (tidak memberi ijin)

# Yes, but wait a minutes     (ya, tapi tunggu sebentar)

# No way         (tidak boleh / jangan)

Asking for clarification (meminta kejelasan)


# Pardon ?         (apa ?)

# Sorry ?         (maaf ?)

Greeting(memberi salam / sapaan orang yang baru dikenal / baru ketemu)

# How do you do ?

Respons (Jawaban) : How do you do

Note (Catatan) :

“How do you do” bukan berarti bagaimana kabarmu, tetapi hanya digunakan sebagai sapaan, makanya jawabnya juga “How do you do”, bukan “ I am fine (saya baik – baik saja)”


Greeting(memberi salam / sapaan orang yang sudah dikenal)

# Good morning, Mom

# Good afternoon, Mom

# Good night

# Hi..!     (Informal)

# Hello    (Informal)

Note (catatan) : Responnya sama dengan sapaannya

Salam Perpisahan
:

# Good bye

# Bye     (informal)

# See you

Note (catatan) : Responnya sama dengan sapaannya

Polite request with Would you (Kesantunan)

# Would you …………..    (maukah kau ……….?)

# Could you ……………..    (bisakah kau ……….?)

Respons (jawaban)

# Of course; yes, of course     (tentu; ya tentu saja)

# Certainly; yes, certainly     (pasti; ya pasti)

# Sure     (informal)    (pasti) (tidak tesmi / sesama teman)

Asking opinion (menanyakan pendapat)


# What do you think of ………?     (Apa pendapatmu tentang ………?)

# Do you think …………………?    (Apakah menurutmu ………….?)

# Do you like ………………..?         (Apakah kau suka …………..?)

Giving opinion (memberikan pendapat)

# I think ……………………..        (saya pikir……… / menurut saya ……)

Giving suggestion (memberikan usulan)

# What about papaya ?         (bagaimana kalau papaya ?)

Polite request with do you mind (kesantunan untuk menyuruh seseorang)

# Do you mind + Ving ………….?     (apakah kau keberatan ………………..?)

    Example :     Do you mind closing the window to me ?

        (keberatankah anda menutup jendela untukku ?)

[Kewirausahaan] Hasil Wawancara

Nama               : Mutiah
NIM                : 1101120673
Mata Kuliah    : Kewirausahaan
Hasil Wawancara
Narasumber                 : Ibu Sa’adah
Alamat                        : Jl. G. Obos IX, Toko Mama Zaika (Fotocopy Amang Alus)
Pewawancara
: Bagaimana awal mula anda membuka usaha ini ?
Narasumber
: Awal mulanya sangat panjang. Saya menikah pada tahun 1999. Saya baru lulus kuliah, dan suami saya massih kuliah. Karna memang lebih tua saya 1 tahun. Setengah tahun kami hidup masih mendapatkan bantuan dari orang tua (kiriman bulanan), berhubung kami masih kuliah dan tidak pulang kampung. Setelah 6 bulan menikah, ada teman kami membuka rental komputer. Suami saya berpikir untuk membuka tempat fotocopy. Karna jika ada rental komputer, biasanya ada tempat fotocopy. Dan tempat ini cukup strategis, karna dekat dengan kampus.
Pewawancara
: Berapa modal awal anda? Dan bagaimana cara memperolehnya?
Narasumber
: Modal awal kami 4 juta yang merupakan sisa uang kami pada saat itu. Waktu itu sedang ada pemantau pemilu independen dari Jambi, dan kami menjadi koordinator di Kapuas. Uang 4 juta itu kami belikan mesin fotocopy bekas.
Pewawancara
: Bagaimana anda mengatur uang saat itu?
Narasumber
: Penghasilan kami saat itu kurang lebih sekitar 100 ribu/hari. Malah kadang kurang, karna daerah ini dulunya sangat sepi. Kami harus membagi uang itu untuk keperluan sehari-hari, dan modal untuk membeli kertas dan peralatan ATK.
Pewawancara
: Apakah anda pernah membuka usaha lain?
Narasumber
: Pernah. Sekitar tahun 2001, kami sambil menjalankan toko kelontong (sembako). Tapi usaha sampingan ini tidak berlangsung lama, karna saya berpikir kurang efektif.
Pewawancara
: Apakah anda pernah mengalami kemunduran dalam usaha ini?
Narasumber
: Pernah. Pada tahun 2006 kami pindah dari kontrakan kami dulu ke tempat kami yang sekarang ini. Beberapa bulan kami sempat mengalami kemunduran. Apalagi saat kami pindah, langsung ada orang yang menempati tempat kami yang dulu dan membuka tempat fotocopy baru. Kami kalah saing dan pelanggan kami banyak yang pindah. Saya sempat sakit hati karna pesaing kami mengambil pelanggan kami dan tidak memberitahu orang, jika kami sudah pindah tempat.
Pewawancara
: Bagaimana anda mengatasi kendala tersebut?
Narasumber
: Saya sadar dan menerimanya dengan sabar. Lalu, kami membeli mesin fotocopy baru agar dapat bersaing dengan yang lain. Dan kualitas hasil fotocopy kami juga memuaskan pelanggan.
Pewawancara
: Bagaimana awal anda membuka usaha sampingan (pakaian & aksesoris)?
Narasumber
: Awalnya karna pada musim liburan di daerah ini sangat sepi. Saya pun pulang ke Banjar. Saat itu saya punya uang 2 juta dan saya gunakan untuk membeli aksesoris (strap hp, bando, ikat rambut, dll). Saya tidak memberi tahu suami saya dan hanya bermodalkan nekat untuk membuka usaha sampingan ini.
Pewawancara
: Bagaimana anda menetapkan harga dan memperoleh barang?
Narasumber
: Saya berjualan tidak mengharapkan untung yang terlalu banyak. Jadi, saya bisa berjualan murah dengan kualitas bagus, dan dapat bersaing dengan toko lain. Untuk barang, saya membelinya di Banjar. Dan untuk menghemat biaya perjalanan, saya kadang berangkat pagi dan pulang malam, serta ke sana menggunakan jasa angkutan umum.
Pewawancara
: Bagaimana anda menyiasati barang atau pakaian yang sudah lama?
Narasumber
: Untuk pakaian yang sudah lama, saya tidak begitu banyak mengambil untung. Jika ada yang mau membelinya akan saya jual, asal masih bisa balik modal. Saya tidak mau menyimpan barang terlalu lama. Jadi pakaian yang saya jual masih baru (up to date).
Pewawancara
: Apa saja keinginan anda yang sudah terpenuhi?
Narasumber
: Dulu toko kami pintunya dari kayu, saya ingin sekali punya rolling door. Dan sekarang kami sudah menggunakannya. Saya juga ingin sekali menyetor haji. Dan Alhamdulillah, kami menyetor haji pada tahun 2012 kemarin.
Pewawancara
: Bagaimana usaha pakaian anda ini bisa maju seperti sekarang?
Narasumber
: Usaha ini mulai maju sekitar tahun 2008, saat program semester pendek pertama. Program SP pertama itu kebanyakan dari daerah dan orang yang cukup kaya. Jadi, selama program regular libur, toko saya tetap ramai. Waktu itu penghasilan saya bisa mencapai 5 juta/hari.
Pewawancara
: Bisa beritahu kiat atau saran dari anda agar saya dan teman- teman juga bisa sukses seperti anda?
Narsumber
: Sarannya bila dengan pelanggan tidak boleh emosian, layani dengan baik bagaimanapun sifat pelanggan, beramah tamah, ucapkan trimakasih, anggap pelanggan sebagai raja, harga harus bersaing, tidak boleh lebih mahal dari toko lain, tetap berkualitas, dan selalu bersyukur pada Allah atas rizki yang diberikan.

Sifat yang dapat disimpulkan dari Ibu Sa’adah :
       1.      Berusaha mencapai keunggulan
       2.      Bisa me-manage waktu
       3.      Pandai dalam berkomunikasi
       4.      Berpikiir positif
       5.      Kerja keras (fokus, konsisten)
       6.      Berani gagal
       7.      Pintar membaca peluang
       8.      Ramah dan rendah hati