RSS

Red haired snow white


Wah. . .hari ini tadi aku baru zha baca komik yang lumayan rame. . .Judulnya "Red Haired Snow White" karya Sorata Akizuki.Ceritanya tentang seorang cewe yang tinggal di kerajaan Tanbarun,namanya Shirayuki.Dia tuch cewe yang punya rambut merah kaya' apel. Warna merah indah yang sangat langka. Ceritanya.ho0. . . Teruz,Pangeran kerajaannya,Raji,yang dikenal sebagai si bodoh yang suka main2 dengan gadis yang unik,meminta Shirayuki jadi selirnya. Shirayuki yang ga' suka dikekang akhirnya lari ke negeri tetangga. Sesampainya di hutan negeri tetangga,Shirayuki ketemu sama Zen,pemuda yang meminjamkan kekuatan padanya.(ga' jelas sih kekuatan apa. Tapi menurutku karna Zen udah nyelamatin Shirayuki yang dah cape kabur). Pemuda itu sebenarnya adalah pangeran kedua dari negeri tetangga. Shirayuki datang ke ibukota Clarines,negerinya Zen,yaitu Wistal.Untuk berada di istana,dan menjadi kekuatan bagi Pangeran Zen,Shirayuki mengikuti ujian untuk menjadi apoteker kerajaan,lalu. . .shirayuki diterima sebagai seorang apoteker kerajaan. mulai saat itu, dia sudah bisa masuk ke istana tanpa mengandalkan zen lagi. lalu hubungan shirayuki dan zen bertambah erat. di saat itu, kakak zen, pangeran pertama yang bernama izana kembali ke istana. izana yang tidak senang dengan hubungan swhirayuki dan zen menambah tekanan kepada keduanya. untuk mengusir shirayuki dari clarines, izana, kakak zen, mengundang pangeran rajidari tanbarun. tetapi bukannya berjalan sesuai rencana, raji yang masih ketakutan oleh kejadian yang dulu malah mengatakan sesuatu yang tak terduga. akibatnya, shirayuki tambah menjadi pusat perhatian.dari orang orang di istana. tau ga'....???apas yang di bilang oleh pangeran raji...katanya pangeran zen akan bertunangan dengan shirayuki...ya iyalah bikin orang jadi heboh....

duuuh...masalahnya itu baru nsampai buku ke 3....aku belum baca yang ke 4....bagi sapa aja yang dah baca...kasih tau aku yahhh...hehe

Apa yach

Seorang gadis kecil duduk termenung sendiri di pojok kamarnya yang gelap. Badannya menggigil kedinginan. Tangannya yang kurus memeluk erat kedua kakinya seakan tak ingin seorang pun dapat meraihnya. Gadis itu mengerjapkan matanya saat rasa kantuk mulai menghinggapi.
Beberapa jam yang lalu. Jam menunjukkan pukul 22.34 WIB, sang gadis kecil mencari-cari seseorang dari jendela kecil di tengah kamarnya. Pandangannya jauh menulusuri kegelapan malam. Samar-samar dari kegelapan keluar sesosok pria 40-an bertubuh kurus dengan kaos lusuh yang terlihat compang camping. Pria itu terhuyung. Air dalam botol yang digenggamnya beberapa kali tumpah.Gadis kecil meringkuk di samping tumpukan kardus di sudut ruangan. Wajahnya yang pucat menyiratkan kekhawatiran.

"Aaakh. . .!!" teriak Rina kesakitan saat jari2 besar itu menarik helaian rambutnya dan menghempaskannya.
"Paman. . .hentikan. . ."anak laki2 berumur sekitar 15 tahun menghadang dengan kayu balok di genggamannya.
"Ka,ka reza. . ."suara rina tertahan. Ia khawatir saat melihat kakaknya berdiri beberapa meter di depannya,di belakang Paman Herman tentunya.
"heh. . .rupanya kau juga ingin merasakanya. . ."Pria itu terkekeh.
"Hentikan ku bilang!!"Reza mengayunkan tongkatnya ke tengkuk pria di hadapannya.Tapi sepertinya hal itu tak begitu berguna. Pria tua itu semakin kalap,dilepaskannya rina dari genggamannya. Tapi,herman dengan sigap menendang reza. Reza terpental. Tak sempat ia berdiri,dari kepalanya sudah keluar cairan merah yang mengalir membasahi sebagian wajahnya.
Jleep. Sebuah pisau lipat tertancap dengan sempurna di pundak Paman Herman. Rina tak sanggup berkata. Dia hanya melihat pemandangan di depannya dengan tatapan tak percaya. Melihat kakak yang disayangi melempar sebilah pisau ke arah pamannya demi melindunginya. Rina semakin tak percaya saat darah segar membanjiri lantai ruangan itu. Darah segar sang kakak,reza,masih mengalir.
To be continue. . .